Budi Sarjono Berbagi Rahasia Menulis Novel di Rumah Talenta Indonesia: Riset adalah Fondasi Utama

BERITA KITA 18 Jun 2026 23:20 3 min read 82 views By Bono Kris

Share berita ini

Budi Sarjono Berbagi Rahasia Menulis Novel di Rumah Talenta Indonesia: Riset adalah Fondasi Utama
Suasana santai namun penuh inspirasi mewarnai Rumah Talenta Indonesia pada Minggu, 14 Juni 2026. Sore itu, sejumlah pengurus MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Cilacap mendapat kesempatan berdiskusi langsung dengan novelis ternama asal Yogyakarta, Budi Sarjono, yang berkunjung ke rumah kreatif tersebut.

CILACAP – Suasana santai namun penuh inspirasi mewarnai Rumah Talenta Indonesia pada Minggu, 14 Juni 2026. Sore itu, sejumlah pengurus MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Cilacap mendapat kesempatan berdiskusi langsung dengan novelis ternama asal Yogyakarta, Budi Sarjono, yang berkunjung ke rumah kreatif tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat layaknya obrolan sahabat lama, berbagai topik tentang dunia sastra, kepenulisan, hingga industri kreatif mengemuka. Salah satu yang menarik perhatian adalah pembahasan mengenai proses kreatif penulisan novel, khususnya novel sejarah.

Budi Sarjono dikenal sebagai salah satu penulis produktif Indonesia. Karyanya telah banyak diterbitkan dan dibaca masyarakat luas. Salah satu novelnya, Nyai Gowok,  bahkan pernah diadaptasi ke layar lebar oleh sutradara ternama Indonesia, Hanung Bramantyo, sehingga namanya semakin dikenal di kalangan pecinta sastra dan perfilman.

Dalam kesempatan tersebut, Budi menekankan bahwa keberhasilan sebuah novel tidak hanya ditentukan oleh kemampuan merangkai kata-kata indah, tetapi juga oleh kedalaman riset yang dilakukan penulis.

"Banyak orang mengira menulis novel hanya mengandalkan imajinasi. Padahal, terutama untuk novel sejarah, riset adalah fondasi utama. Tanpa riset yang kuat, cerita akan mudah kehilangan kredibilitas," ungkap Budi Sarjono di hadapan para peserta diskusi.

Menurutnya, seorang penulis novel sejarah harus mampu menghadirkan suasana masa lalu secara meyakinkan. Pembaca harus merasa seolah-olah benar-benar hidup pada zaman yang sedang diceritakan.

"Kalau kita menulis tentang masa Mataram, misalnya, kita harus tahu bagaimana masyarakat saat itu berbicara, berpakaian, makan, berperang, bahkan bagaimana mereka memandang kehidupan. Semua itu tidak bisa hanya ditebak, tetapi harus dicari melalui riset," jelasnya.

Budi menjelaskan bahwa riset dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari membaca buku sejarah, mempelajari arsip dan dokumen lama, mengunjungi lokasi bersejarah, hingga berdiskusi dengan para ahli atau saksi yang memiliki pengetahuan mendalam mengenai suatu peristiwa.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa riset bukanlah penghambat kreativitas, melainkan bahan bakar bagi imajinasi penulis.

"Justru setelah memiliki data yang kuat, imajinasi akan bekerja lebih bebas dan lebih bertanggung jawab. Penulis bisa membangun konflik, karakter, dan alur cerita yang menarik tanpa mengabaikan fakta-fakta penting," tuturnya.

Diskusi tersebut mendapat perhatian besar dari para peserta. Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Cilacap mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan Budi Sarjono sangat relevan bagi para guru yang sedang berupaya menumbuhkan budaya literasi dan menulis kreatif di kalangan pelajar.

"Kami sering mendorong siswa untuk menulis cerita atau novel. Namun hari ini kami mendapat perspektif baru bahwa menulis bukan hanya soal bakat, tetapi juga soal ketekunan mencari data dan memahami realitas," ujarnya.

Menurut para peserta, pemahaman tentang pentingnya riset dapat menjadi bekal berharga bagi guru dalam membimbing siswa menghasilkan karya yang lebih berkualitas.

Pertemuan yang berlangsung selama beberapa jam itu tidak hanya membahas teknik menulis, tetapi juga pengalaman-pengalaman menarik Budi Sarjono selama berkecimpung di dunia sastra. Sesekali gelak tawa pecah ketika ia membagikan kisah di balik proses penciptaan beberapa novelnya.

Menjelang senja, diskusi ditutup dengan foto bersama dan harapan agar kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan di masa mendatang. Bagi para peserta, pertemuan tersebut menjadi pengingat bahwa karya besar selalu lahir dari perpaduan antara kreativitas, ketekunan, dan riset yang mendalam.

Sebagaimana pesan yang disampaikan Budi Sarjono sore itu, seorang penulis bukan hanya pencipta cerita, tetapi juga penjelajah pengetahuan. Semakin luas pengetahuan yang dimiliki, semakin kokoh pula dunia yang dapat ia bangun melalui tulisan-tulisannya.

 

Tim RTI

Rumah Talenta Indonesia